بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
Khazanah Ruhani Surah Al-Fatihah
Bab 44
Keburukan Syirik (Kemusyrikan) Menjatuhkan Martabat Mulia Manusia ke Derajat Paling Rendah & Perumpamaan “Perempuan Selingkuh” Dalam Bible
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
D
|
alam bagian akhir Bab sebelumnya telah dikemukakan sabda
Masih Mau’ud a.s. mengenai keburukan syirik (kemusyrikan) yang merupakan pengkhianatan
kepada
Allah Swt. -- Rabb (Pencipta dan Pemelihara) seluruh Alam – beliau bersabda:
“Dia
itulah Pencipta segalanya dan tidak ada satu pun yang menyerupai-Nya, dan:
وَ
خَلَقَ کُلَّ شَیۡءٍ فَقَدَّرَہٗ تَقۡدِیۡرًا
Dia
telah menciptakan segala sesuatu,dan telah menetapkan ukurannya yang tepat’ (Al-Furqān [25]:3).
Dan hal ini menjadi bukti eksistensi
dari Wujud Sang Pengukur dan Pembatas.
Hanya Dia-lah yang patut sebagai pujaan dan hanya Dia-lah Yang Maha Penyayang, baik di dunia ini
maupun di akhirat. Semua kekuasaan adalah milik-Nya dan semuanya akan kembali
kepada-Nya:
یَغۡفِرُ
مَا دُوۡنَ ذٰلِکَ لِمَنۡ یَّشَآءُ ۚ وَ مَنۡ یُّشۡرِکۡ بِاللّٰہِ فَقَدِ
افۡتَرٰۤی اِثۡمًا عَظِیۡمًا ﴿﴾
Dia akan mengampuni
dosa siapa yang dikehendaki-Nya, tetapi barangsiapa yang menyekutukan
Allah maka ketahuilah bahwa
sesungguhnya ia telah berbuat dosa
yang sangat besar (An-Nisā [4]:49).
فَمَنۡ کَانَ یَرۡجُوۡا لِقَآءَ رَبِّہٖ فَلۡیَعۡمَلۡ
عَمَلًا صَالِحًا وَّ لَا یُشۡرِکۡ
بِعِبَادَۃِ رَبِّہٖۤ
اَحَدًا ﴿﴾٪
Maka
barangsiapa mengharap akan bertemu dengan Rabb-nya (Tuhan-nya), hendaklah ia beramal saleh dan janganlah ia mempersekutukan
siapa jua pun dalam beribadah kepada Rabb-nya (Tuhan-nya)’ (Al-Kahf [18]:111).
لَا
تُشۡرِکۡ بِاللّٰہِ ؕؔ اِنَّ الشِّرۡکَ لَظُلۡمٌ
عَظِیۡمٌ ﴿﴾
Janganlah kamu berbuat syirik
terhadap Allah. Sesungguhnya perbuatan syirik itu benar-benar suatu keaniayaan
besar (Luqman [31]:14).
وَ لَا تَدۡعُ مَعَ
اللّٰہِ اِلٰـہًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۟ کُلُّ شَیۡءٍ ہَالِکٌ اِلَّا وَجۡہَہٗ ؕ لَہُ الۡحُکۡمُ
وَ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ ﴿٪﴾
Janganlah engkau menyeru tuhan lain selain Allah.
Tiada tuhan selain Dia. Segala sesuatu akan binasa kecuali Dia. Kepunyaan Dia-lah segala keputusan hukum dan kepada
Dia-lah kamu sekalian akan dikembalikan’ (Al-Qashash [28]:89). (Brahin-i-Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani
Khazain, jld. 1, hlm. 521, London, 1984).
(Brahin-i-Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani
Khazain, jld. 1, hlm. 519-521, London, 1984).
Keburukan Melakukan Syirik
(Kemusyrikan) & Nasihat Nabi Luqman a.s.
Jadi, orang-orang yang melakukan kemusyrikan (perbuatan syirik) sebenarnya mereka sedang
melakukan pengkhianatan kepada Allah
Swt., Rabb (Tuhan Pencipta dan Pemelihara) seluruh alam semesta dan melakukan kezaliman terhadap diri
mereka sendiri, sebagaimana nasihat
Nabi Luqman a.s. berikut ini, firman-Nya:
وَ لَقَدۡ
اٰتَیۡنَا لُقۡمٰنَ الۡحِکۡمَۃَ اَنِ اشۡکُرۡ لِلّٰہِ ؕ وَ مَنۡ یَّشۡکُرۡ
فَاِنَّمَا یَشۡکُرُ لِنَفۡسِہٖ ۚ وَ مَنۡ کَفَرَ فَاِنَّ اللّٰہَ غَنِیٌّ
حَمِیۡدٌ ﴿﴾ وَ اِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِابۡنِہٖ وَ ہُوَ یَعِظُہٗ
یٰبُنَیَّ لَا تُشۡرِکۡ بِاللّٰہِ ؕؔ اِنَّ الشِّرۡکَ لَظُلۡمٌ عَظِیۡمٌ ﴿﴾
Dan sungguh
Kami benar-benar telah
menganugerahkan kebijaksanaan kepada Luqman, اَنِ اشۡکُرۡ لِلّٰہِ ؕ وَ مَنۡ یَّشۡکُرۡ
فَاِنَّمَا یَشۡکُرُ لِنَفۡسِہٖ -- ia berkata: “Bersyukurlah kepada Allah, dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya
dia bersyukur untuk dirinya, وَ مَنۡ کَفَرَ فَاِنَّ اللّٰہَ غَنِیٌّ
حَمِیۡدٌ -- dan barangsiapa tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah itu Maha Kaya, Maha Terpuji.” Dan ingatlah ketika Luq-man berkata kepada anaknya dan ia memberi nasihat kepadanya: ٰبُنَیَّ
لَا تُشۡرِکۡ بِاللّٰہِ ؕؔ اِنَّ الشِّرۡکَ لَظُلۡمٌ عَظِیۡمٌ --
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman besar.” (Luqman
[31]:13-14).
Luqman agaknya seorang bukan-Arab dan sangat mungkin seorang bangsa Ethiopia. Konon dikatakan juga bahwa beliau berasal dari Mesir atau
Nubia. Oleh beberapa sumber beliau telah dikenal sebagai orang Yunani bernama
“Aesop.” Dilihat dari ajaran-ajaran
moralnya yang indah, sebagai yang
diberikan beliau kepada putranya yang
terkandung dalam ayat ini dan beberapa ayat selanjutnya, nampak Luqman itu seorang nabi Allah.
Asas
yang pertama dan pokok semua ajaran agama
ialah, keyakinan bahwa Tuhan itu Tunggal (Maha Esa). Semua cita-cita dan asas mulia bersemi dari paham Tauhid
Ilahi tersebut (QS.112:1-5;QS.7:173-174; QS.30:31-33). Dengan menyembah sesuatu benda atau wujud lain di
samping (selain) Allah Swt. maka
manusia menurunkan derajatnya sendiri
serta merintangi, memadamkan, dan meniadakan nilai kepribadiannya,
sebagaimana firman-Nya:
حُنَفَآءَ
لِلّٰہِ غَیۡرَ مُشۡرِکِیۡنَ بِہٖ ؕ وَ
مَنۡ یُّشۡرِکۡ بِاللّٰہِ فَکَاَنَّمَا خَرَّ
مِنَ السَّمَآءِ فَتَخۡطَفُہُ الطَّیۡرُ
اَوۡ تَہۡوِیۡ بِہِ الرِّیۡحُ فِیۡ مَکَانٍ سَحِیۡقٍ ﴿﴾
Beribadah dengan lurus kepada Allah tanpa mempersekutukan
sesuatu dengan-Nya. وَ مَنۡ یُّشۡرِکۡ
بِاللّٰہِ فَکَاَنَّمَا خَرَّ مِنَ
السَّمَآءِ فَتَخۡطَفُہُ الطَّیۡرُ -- Dan barangsiapa
yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka seolah-olah
ia jatuh dari langit lalu ia disambar burung-burung, اَوۡ تَہۡوِیۡ بِہِ الرِّیۡحُ فِیۡ
مَکَانٍ سَحِیۡقٍ -- atau
angin menerbangkannya ke tempat yang jauh. (Al-Hajj
[22]:32-33).
Manusia
adalah makhluk (ciptaan) Allah Swt. yang paling
mulia. Seluruh alam raya -- matahari,
bulan, bintang-bintang, bumi, samudera-samudera, gunung-gunung, dan sebagainya --
telah diciptakan untuk berbakti
kepadanya. Ia dapat menjulang begitu
tinggi dalam akhlak dan keruhanian, sehingga mencerminkan dalam
dirinya Sifat-sifat Ilahi, sehingga
manusia di sebut khalifah (wakil) Allah di muka bumi, karena diri manusia merupakan micro cosmos (miniatur alam semesta -- QS.91:1-11).
Menjatuhkan Diri
Sendiri ke Derajat
Paling Rendah
Jadi, jika ia (manusia) menghinakan
dirinya begitu rendah sehingga menyembah benda-benda yang tidak bernyawa -- yang bahkan yang dibuatnya sendiri -- ia
seolah-olah jatuh dari puncak kemuliaan ruhani kepada kemunduran yang paling dalam pada akhlak dan kecerdasan otaknya, yakni ia secara sadar menjatuhkan dirinya dari
ketinggian kemuliaan martabat sebagai
makhluk paling mulia sebagai “khalifah Allah di muka bumi” menjadi makhluk
yang paling rendah daripada segala
yang rendah - asfala
sāfiliīn, sebagaimana firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
﴿﴾ وَ التِّیۡنِ وَ الزَّیۡتُوۡنِ ۙ﴿﴾ وَ طُوۡرِ سِیۡنِیۡنَ ۙ﴿﴾ وَ ہٰذَا الۡبَلَدِ الۡاَمِیۡنِ ۙ﴿﴾ لَقَدۡ خَلَقۡنَا
الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِیۡمٍ ۫﴿﴾ ثُمَّ
رَدَدۡنٰہُ اَسۡفَلَ سٰفِلِیۡنَ
ۙ﴿﴾ اِلَّا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ
فَلَہُمۡ اَجۡرٌ غَیۡرُ مَمۡنُوۡنٍ ؕ﴿﴾ فَمَا یُکَذِّبُکَ
بَعۡدُ بِالدِّیۡنِ ؕ﴿﴾ اَلَیۡسَ اللّٰہُ
بِاَحۡکَمِ الۡحٰکِمِیۡنَ ٪﴿﴾
Aku
baca dengan nama Allah,
Maha Pemurah, Maha Penyayang. Demi pohon tin dan zaitun, dan
Gunung Sinai, dan kota
yang aman ini, لَقَدۡ خَلَقۡنَا
الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِیۡمٍ -- sungguh
Kami
benar-benar telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, ثُمَّ
رَدَدۡنٰہُ اَسۡفَلَ سٰفِلِیۡنَ -- kemudian Kami mengembalikannya kepada tingkat paling rendah, اِلَّا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ
فَلَہُمۡ اَجۡرٌ غَیۡرُ مَمۡنُوۡنٍ -- kecuali orang-orang yang beriman dan beramal
saleh maka bagi mereka ganjaran yang
tidak ada putus-putusnya. فَمَا یُکَذِّبُکَ بَعۡدُ بِالدِّیۡنِ -- Maka apakah yang menyebabkan engkau mendustakan
hari pembalasan sesudah itu? اَلَیۡسَ اللّٰہُ بِاَحۡکَمِ الۡحٰکِمِیۡنَ -- Bukankah Allah
itu Hakim Yang Maha Adil di antara
para hakim? (At-Tīn [95]:1-8).
Makna ayat
لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِیۡمٍ -- “sungguh Kami
benar-benar telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk”, bahwa manusia dilahirkan dengan fitrat suci dan tidak bernoda, dengan kecondongan alami untuk berbuat baik,
tetapi ia telah diberi pula cukup banyak kebebasan
berkemauan dan berbuat untuk membentuk dirinya menurut pilihannya sendiri. Ia telah dianugerahi
kemampuan-kemampuan alami besar dan kecakapan-kecakapan kreatif guna
mencapai kemajuan akhlak yang tidak
terhingga dan menaiki puncak keruhanian
demikian tingginya, sehingga ia menjadi cermin yang memantulkan Sifat-sifat Allah.
ثُمَّ رَدَدۡنٰہُ اَسۡفَلَ سٰفِلِیۡنَ – “kemudian Kami mengembalikannya kepada tingkat paling
rendah,” tetapi jika ia menyalahgunakan
kemampuan-kemampuan dan sifat-sifatnya yang dianugerahkan Allah
Swt. yang bertentangan tujuan utama
penciptaannya -- yakni untuk beribadah kepada Allah Swt.
(QS.51:57) -- ia jatuh
ke martabat rendah yang rendah yang bahkan lebih rendah daripada martabat binatang
buas dan binatang jalang, dan
menjadi penjelmaan syaitan seperti
dijelaskan oleh ayat-ayat berikutnya. Singkatnya, ia telah dianugerahi
kemampuan-kemampuan besar guna berbuat baik
atau pun jahat.
Bila
manusia telah diciptakan untuk mencapai tujuan
ruhani yang amat tinggi itu dan Allah
Swt. telah mengutus nabi-nabi-Nya, seperti Nabi Adam a.s.,
Nabi Nuh a.s., Nabi
Musa a.s., dan Nabi Besar Muhammad saw., untuk menolong manusia mencapai tujuannya
yang agung itu, dan jika ia tidak
mempergunakan kemampuan-kemampuannya
dengan cara tepat dan menolak Amanat Ilahi serta menentang para utusan Allah dia dihukum.
Dari Sunnatullah
tersebut kemudian siapakah dapat menolak
-- berdasarkan akal sehat -- bahwa ada Hari
Pembalasan di dunia ini dan juga
di akhirat dan bahwa perintah-perintah Allah Swt. -- Yang adalah Hakim terbaik -- tidak dapat
dilawan dan bahwa perbuatan-perbuatan manusia tidak akan
dibiar-kan bebas tanpa berbalas?
Pendek kata, perbuatan syirik (kemusyrikan) terhadap
Allah Swt. bagaikan perbuatan khianat seorang istri terhadap suaminya
yang sangat baik dan sangat bertangungjawab dalam segala halnya
sebagai kepala keluarga, yakni ia melakukan perselingkuhan dengan laki-laki
lain.
Inilah
pula sebabnya Allah Swt. dalam Al-Quran telah menjadikan istri-istri durhaka Nabi Nuh a.s. dan Nabi Luth a.s. sebagai
misal (perumpamaan) orang-orang kafir
yang mendustakan dan menentang Rasul Allah yang dibangkitkan di antara mereka, yang secara ruhani berkedudukan
sebagai “suami” bagi mereka, firman-Nya:
ضَرَبَ
اللّٰہُ مَثَلًا لِّلَّذِیۡنَ
کَفَرُوا امۡرَاَتَ نُوۡحٍ وَّ
امۡرَاَتَ لُوۡطٍ ؕ کَانَتَا تَحۡتَ
عَبۡدَیۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَالِحَیۡنِ فَخَانَتٰہُمَا فَلَمۡ یُغۡنِیَا
عَنۡہُمَا مِنَ اللّٰہِ شَیۡئًا وَّ قِیۡلَ ادۡخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِیۡنَ ﴿﴾
Allah mengemukakan
istri Nuh dan istri
Luth sebagai misal bagi orang-orang kafir. Keduanya di bawah dua hamba dari hamba-hamba Kami yang saleh, tetapi keduanya berbuat khianat kepada kedua suami mereka, maka mereka berdua sedikit pun tidak
dapat membela kedua istri mereka itu di
hadapan Allah, dan dikatakan kepada mereka: ادۡخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِیۡنَ -- “Masuklah
kamu berdua ke dalam Api beserta orang-orang
yang masuk.” (At-Tahrīm [66]:11).
Nubuatan Nabi
Yehezkiel a.s. Dalam Bible Dalam Bentuk Perumpamaan (Kiasan)
Dengan tujuan (maksud) yang sama pula Bible
pun telah mengemukakan ucapan Nabi
Yehezkiel a.s. atau Nabi Dzulkifli a.s. dalam bentuk perumpamaan (kiasan/misal)
mengenai berulang-kalinya orang-orang
kafir dari kalangan Bani Israil melakukan pengkhianatan
terhadap Allah Swt., yakni melakukan perbuatan syirik (kemusyrikan), sehingga mengakibatkan Nabi
Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam
a.s. (Yesus a.s.) mengutuk mereka (QS.5:79-81, dan Bani Israil 2 kali mendapat azab Ilahi yang sangat dahsyat (QS.17:5-11).
Azab
Ilahi pertama berupa penyerbuan dan penghancuran kota Yerusalem oleh serbuan dahsyat balatentara Raja Nebukadnezar dari Babilonia
-- bahkan Nabi Yehezkiel a.s.
termasuk rombongan orang-orang yang
dibawa sebagai tawanan ke
Babilonia serta menyaksikan kota Yerusalem yang hancur-luluh (QS.2:260); dan
azab Ilahi yang kedua
ketika kota Yerusalem kembali dihancur-luluhkan
oleh serbuan dahsyat balatentara kerajaan Romawi
pimpinan Titus, sesuai dengan ucapan Yesus
(Matius
23:37-39 & 24:1-22).
Berikut ini peringatan Nabi Yehezkiel a.s. terhadap Bani Israil yang telah berulang kali melakukan “ketidak-setiaan” (pengkhianatan)
terhadap Allah Swt., yang telah menyelamatkan mereka
melalui Nabi Musa a.s. dan Nabi
Harun a.s. dari “kehinaan dan
kenistaan” yang mereka alami selama 400
tahun di Mesir di bawah penindasan dinasti Fir’aun setelah Nabi Yusuf a.s. wafat (QS.28:1-7):
16:1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 16:2 "Hai anak
manusia, beritahukanlah kepada Yerusalem
perbuatan-perbuatannya yang keji 16:3 dan katakanlah:
Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem:
Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti. 16:4 Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan,
pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga
dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin. 16:5 Tidak seorangpun merasa sayang kepadamu
sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh
karena orang pandang enteng kepadamu
pada hari lahirmu. 16:6. Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau
menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata
kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup 16:7 dan jadilah besar
seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau
menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah
montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau
dalam keadaan telanjang bugil. 16:8 Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan
menutupi auratmu. Dengan sumpah
Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan
ALLAH, dan dengan itu engkau Aku
punya. 16:9 Aku membasuh engkau dengan air untuk membersihkan darahmu dari padamu
dan Aku mengurapi engkau dengan minyak.
16:10 Aku mengenakan
pakaian berwarna-warna kepadamu dan memberikan
engkau sandal-sandal dari kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus dan selendang dari sutera. 16:11 Dan Aku menghiasi engkau dengan
perhiasan-perhiasan dan mengenakan
gelang pada tanganmu dan kalung pada
lehermu. 16:12 Dan Aku mengenakan anting-anting pada hidungmu dan anting-anting pada telingamu dan mahkota kemuliaan di atas kepalamu. 16:13 Dengan
demikian engkau menghias dirimu dengan
emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna;
makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat
cantik, sehingga layak menjadi ratu. 16:14 Dan namamu termasyhur di antara
bangsa-bangsa karena kecantikanmu, sebab sangat sempurna adanya, oleh karena
semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH." 16:15.
"Tetapi engkau mengandalkan
kecantikanmu dan engkau
seumpama bersundal dalam menganggarkan ketermasyhuranmu dan engkau menghamburkan persundalanmu kepada setiap orang yang lewat.
16:16 Engkau mengambil
dari pakaian-pakaianmu untuk membuat bukit-bukit
pengorbananmu berwarna-warni dan engkau
bersundal di situ; seperti itu belum
pernah terjadi dan tidak akan ada lagi. 16:17 Engkau
mengambil juga perhiasan-perhiasanmu
yang dibuat dari emas-Ku dan perak-Ku, yang Kuberikan kepadamu, dan engkau membuat bagimu patung-patung lelaki
dan engkau bersundal dengan mereka. 16:18 Engkau mengambil
dari pakaianmu yang berwarna-warni untuk menutupi mereka dan engkau mempersembahkan kepada mereka minyak-Ku
dan ukupan-Ku. 16:19
Juga makanan-Ku yang Kuberikan
kepadamu--tepung yang terbaik, minyak dan madu Kuberikan makananmu--engkau persembahkan kepada mereka
menjadi persembahan yang harum,
demikianlah firman Tuhan ALLAH.
16:20 Bahkan, engkau mengambil anak-anakmu lelaki dan perempuan yang engkau lahirkan bagi-Ku dan mempersembahkannya kepada mereka menjadi makanan mereka. Apakah persundalanmu ini masih perkara enteng 16:21 bahwa engkau menyembelih anak-anak-Ku dan menyerahkannya kepada mereka dengan mempersembahkannya sebagai korban dalam api? 16:22 Dalam segala perbuatan-perbuatanmu yang keji dan persundalanmu itu engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, waktu engkau telanjang bugil sambil menendang-nendang dengan kakimu dalam lumuran darahmu. 16:23 Dan sesudah segala kejahatanmu itu--celaka, celakalah engkau! Demikianlah firman Tuhan ALLAH-- 16:24 engkau membangun bagimu tempat yang tinggi dan membuat bagimu bukit pengorbanan di tiap-tiap tanah lapang. 16:25 Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah. 16:26 Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku. 16:27 Lihat, Aku telah melawan engkau dan telah mengurangi bagianmu dan menyerahkan engkau kepada kesewenang-wenangan orang-orang yang membenci engkau, yaitu perempuan-perempuan Filistin, yang merasa malu melihat tingkah lakumu yang mesum itu. 16:28 Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas. 16:29 Engkau memperbanyak lagi persundalanmu dengan negeri perdagangan Kasdim, tetapi dengan itu juga engkau belum merasa puas. 16:30 Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, engkau yang melakukan segala-galanya ini, yaitu perbuatan seorang perempuan sundal jahanam, 16:31 yang membangun tempatmu yang tinggi pada setiap persimpangan jalan dan membuat bukit pengorbananmu di tiap-tiap tanah lapang. Tetapi engkau tidak seperti sundal biasa, oleh karena engkau menolak upah sundal. 16:32 Hai isteri yang berzinah, yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri. 16:33 Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal. 16:34 Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau hendak bersundal; tetapi engkau yang memberi upah persundalan, sedang engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu. 16:35. Oleh karena itu, hai perempuan sundal, dengarkanlah firman TUHAN! 16:36 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau menghamburkan kemesumanmu dan auratmu disingkapkan dalam persundalanmu dengan orang yang mencintaimu dan dengan berhala-berhalamu yang keji dan oleh karena darah anak-anakmu yang engkau persembahkan kepada mereka, 16:37 sungguh, oleh karena itu Aku akan mengumpulkan semua kekasihmu, yaitu yang merayu hatimu, baik yang engkau cintai maupun yang engkau benci; Aku akan mengumpulkan mereka dari sekitarmu untuk melawan engkau dan Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu. 16:38 Aku akan menghakimi engkau seperti orang menghakimi perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah dan Aku akan melampiaskan atasmu murka dan cemburuan-Ku. 16:39 Aku akan menyerahkan engkau di dalam tangan mereka dan mereka akan meruntuhkan tempatmu yang tinggi dan merusakkan bukit-bukitmu, mereka akan menelanjangi engkau, akan merampas perhiasan-perhiasanmu dan membiarkan engkau telanjang bugil. 16:40 Mereka akan menyuruh bangkit sekumpulan orang melawan engkau, yang melempari engkau dengan batu dan memancung engkau dengan pedang-pedang mereka. 16:41 Mereka akan membakar rumah-rumahmu dan menjatuhkan hukuman kepadamu di hadapan banyak perempuan. Dengan demikian Aku membuat engkau berhenti bersundal dan upah sundal tidak akan kauberikan lagi.
16:42 Demikianlah Aku melampiaskan murka-Ku kepadamu sehingga cemburu-Ku kepadamu reda kembali; barulah Aku merasa tenang dan tidak sakit hati lagi.
16:43 Oleh karena engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, tetapi dengan semuanya ini membuat Aku gemetar kemarahan, sungguh, Aku juga akan menimpakan kelakuanmu atas kepalamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah engkau melakukan kemesuman ini lagi di samping segala perbuatan-perbuatanmu yang keji? (Yehezkiel 16;1-43).
16:20 Bahkan, engkau mengambil anak-anakmu lelaki dan perempuan yang engkau lahirkan bagi-Ku dan mempersembahkannya kepada mereka menjadi makanan mereka. Apakah persundalanmu ini masih perkara enteng 16:21 bahwa engkau menyembelih anak-anak-Ku dan menyerahkannya kepada mereka dengan mempersembahkannya sebagai korban dalam api? 16:22 Dalam segala perbuatan-perbuatanmu yang keji dan persundalanmu itu engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, waktu engkau telanjang bugil sambil menendang-nendang dengan kakimu dalam lumuran darahmu. 16:23 Dan sesudah segala kejahatanmu itu--celaka, celakalah engkau! Demikianlah firman Tuhan ALLAH-- 16:24 engkau membangun bagimu tempat yang tinggi dan membuat bagimu bukit pengorbanan di tiap-tiap tanah lapang. 16:25 Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah. 16:26 Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku. 16:27 Lihat, Aku telah melawan engkau dan telah mengurangi bagianmu dan menyerahkan engkau kepada kesewenang-wenangan orang-orang yang membenci engkau, yaitu perempuan-perempuan Filistin, yang merasa malu melihat tingkah lakumu yang mesum itu. 16:28 Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas. 16:29 Engkau memperbanyak lagi persundalanmu dengan negeri perdagangan Kasdim, tetapi dengan itu juga engkau belum merasa puas. 16:30 Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, engkau yang melakukan segala-galanya ini, yaitu perbuatan seorang perempuan sundal jahanam, 16:31 yang membangun tempatmu yang tinggi pada setiap persimpangan jalan dan membuat bukit pengorbananmu di tiap-tiap tanah lapang. Tetapi engkau tidak seperti sundal biasa, oleh karena engkau menolak upah sundal. 16:32 Hai isteri yang berzinah, yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri. 16:33 Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal. 16:34 Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau hendak bersundal; tetapi engkau yang memberi upah persundalan, sedang engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu. 16:35. Oleh karena itu, hai perempuan sundal, dengarkanlah firman TUHAN! 16:36 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau menghamburkan kemesumanmu dan auratmu disingkapkan dalam persundalanmu dengan orang yang mencintaimu dan dengan berhala-berhalamu yang keji dan oleh karena darah anak-anakmu yang engkau persembahkan kepada mereka, 16:37 sungguh, oleh karena itu Aku akan mengumpulkan semua kekasihmu, yaitu yang merayu hatimu, baik yang engkau cintai maupun yang engkau benci; Aku akan mengumpulkan mereka dari sekitarmu untuk melawan engkau dan Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu. 16:38 Aku akan menghakimi engkau seperti orang menghakimi perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah dan Aku akan melampiaskan atasmu murka dan cemburuan-Ku. 16:39 Aku akan menyerahkan engkau di dalam tangan mereka dan mereka akan meruntuhkan tempatmu yang tinggi dan merusakkan bukit-bukitmu, mereka akan menelanjangi engkau, akan merampas perhiasan-perhiasanmu dan membiarkan engkau telanjang bugil. 16:40 Mereka akan menyuruh bangkit sekumpulan orang melawan engkau, yang melempari engkau dengan batu dan memancung engkau dengan pedang-pedang mereka. 16:41 Mereka akan membakar rumah-rumahmu dan menjatuhkan hukuman kepadamu di hadapan banyak perempuan. Dengan demikian Aku membuat engkau berhenti bersundal dan upah sundal tidak akan kauberikan lagi.
16:42 Demikianlah Aku melampiaskan murka-Ku kepadamu sehingga cemburu-Ku kepadamu reda kembali; barulah Aku merasa tenang dan tidak sakit hati lagi.
16:43 Oleh karena engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, tetapi dengan semuanya ini membuat Aku gemetar kemarahan, sungguh, Aku juga akan menimpakan kelakuanmu atas kepalamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah engkau melakukan kemesuman ini lagi di samping segala perbuatan-perbuatanmu yang keji? (Yehezkiel 16;1-43).
Peringatan dan Nubuatan Bagi Umat Islam
Jadi,
ucapan Nabi Yehezkiel a.s. – yang berdasarkan firman Allah Swt. --tersebut bukan sekedar peringatan dan celaan keras, tetapi juga merupakan nubuatan yang pasti terjadi, sebagaimana dikemukakan
Allah Swt. dalam Al-Quran, sekali gus sebagai peringatan dan nubuatan
pula bagi umat Islam, firman-Nya:
وَ قَضَیۡنَاۤ اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی
الۡکِتٰبِ
لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ
مَرَّتَیۡنِ وَ لَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا
بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ عِبَادًا
لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ
وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾ ثُمَّ رَدَدۡنَا
لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ
جَعَلۡنٰکُمۡ اَکۡثَرَ نَفِیۡرًا ﴿﴾ اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ ۟ وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا ؕ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا
الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ لِیُتَبِّرُوۡا مَا
عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا ﴿﴾ عَسٰی رَبُّکُمۡ
اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ
عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا
جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ حَصِیۡرًا ﴿﴾
Dan telah
Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi
ini dua kali, dan niscaya
kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.” فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ عِبَادًا لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ -- Apabila
datang saat sempurnanya janji yang pertama dari kedua
janji itu, Kami membangkitkan untuk menghadapimu
hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan tempur yang dahsyat, فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ -- dan mereka
menerobos jauh ke dalam rumah-rumah, وَ کَانَ
وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا -- dan itu merupakan suatu janji yang pasti
terlaksana. ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ
جَعَلۡنٰکُمۡ اَکۡثَرَ نَفِیۡرًا -- Kemudian Kami
mengembalikan lagi kepadamu kekuatan untuk melawan mereka, dan Kami membantu kamu dengan harta dan
anak-anak, dan Kami menjadikan kelompok kamu lebih besar dari
keadaan kamu sebelumnya. اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ -- Jika kamu berbuat ihsan, kamu berbuat ihsan bagi diri kamu sendiri, وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا -- dan jika
kamu berbuat buruk maka itu untuk diri kamu sendiri. فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا
الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا -- Lalu bila datang saat
sempurnanya janji yang kedua itu Kami membangkitkan lagi
hamba-hamba Kami yang lain supaya mereka
mendatangkan kesusahan kepada pemimpin-pemimpin kamu dan supaya mereka memasuki masjid seperti pernah mereka memasukinya pada kali
pertama, dan supaya mereka
menghancurluluhkan segala yang telah mereka kuasai. عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ -- Boleh jadi kini Rabb (Tuhan) kamu akan menaruh kasihan kepada kamu, وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا -- tetapi jika kamu kembali kepada perbuatan buruk,
Kami pun akan kembali menimpakan
hukuman dan ingatlah, وَ جَعَلۡنَا
جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ حَصِیۡرًا -- Kami telah jadikan Jahannam, penjara bagi orang-orang kafir. (Bani
Israil [17]:5-9).
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran
Anyar, 19 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar