Sabtu, 19 September 2015

Keburukan Syirik (Kemusyrikan) Menjatuhkan Martabat Mulia Manusia ke Derajat Paling Rendah & Perumpamaan "Perempuan Selingkuh" Dalam Bible


بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah  Al-Fatihah


Bab 44

Keburukan Syirik (Kemusyrikan)  Menjatuhkan Martabat Mulia  Manusia  ke Derajat  Paling Rendah &     Perumpamaan “Perempuan Selingkuh” Dalam Bible

  Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam bagian akhir Bab sebelumnya telah dikemukakan sabda Masih Mau’ud a.s. mengenai keburukan syirik (kemusyrikan) yang merupakan pengkhianatan  kepada Allah Swt.  --  Rabb (Pencipta dan Pemelihara) seluruh Alam – beliau  bersabda:
      Dia itulah Pencipta segalanya dan tidak ada satu pun yang menyerupai-Nya, dan:
وَ خَلَقَ کُلَّ شَیۡءٍ فَقَدَّرَہٗ تَقۡدِیۡرًا
 Dia telah menciptakan segala sesuatu,dan telah menetapkan ukurannya yang tepat’ (Al-Furqān [25]:3).
     Dan hal ini menjadi bukti eksistensi dari Wujud Sang Pengukur dan Pembatas. Hanya Dia-lah yang patut sebagai pujaan dan hanya Dia-lah Yang Maha Penyayang, baik di dunia ini maupun di akhirat.  Semua kekuasaan adalah milik-Nya dan semuanya akan kembali kepada-Nya:
         یَغۡفِرُ  مَا دُوۡنَ ذٰلِکَ لِمَنۡ یَّشَآءُ ۚ وَ مَنۡ یُّشۡرِکۡ بِاللّٰہِ فَقَدِ افۡتَرٰۤی  اِثۡمًا عَظِیۡمًا ﴿﴾
Dia akan mengampuni dosa   siapa yang dikehendaki-Nya, tetapi barangsiapa yang menyekutukan Allah maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang sangat besar (An-Nisā [4]:49).
فَمَنۡ کَانَ یَرۡجُوۡا لِقَآءَ رَبِّہٖ فَلۡیَعۡمَلۡ عَمَلًا صَالِحًا وَّ لَا یُشۡرِکۡ بِعِبَادَۃِ  رَبِّہٖۤ  اَحَدًا ﴿﴾٪
Maka barangsiapa mengharap akan bertemu dengan Rabb-nya (Tuhan-nya), hendaklah ia beramal saleh dan janganlah ia mempersekutukan siapa jua pun dalam beribadah kepada Rabb-nya (Tuhan-nya)’ (Al-Kahf [18]:111).
 لَا تُشۡرِکۡ بِاللّٰہِ ؕؔ اِنَّ الشِّرۡکَ لَظُلۡمٌ  عَظِیۡمٌ ﴿﴾
Janganlah kamu berbuat syirik terhadap Allah. Sesungguhnya perbuatan syirik itu benar-benar suatu keaniayaan besar  (Luqman [31]:14).
وَ لَا تَدۡعُ مَعَ اللّٰہِ  اِلٰـہًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ  اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۟ کُلُّ  شَیۡءٍ ہَالِکٌ  اِلَّا وَجۡہَہٗ ؕ لَہُ  الۡحُکۡمُ  وَ  اِلَیۡہِ  تُرۡجَعُوۡنَ ﴿٪﴾
Janganlah engkau menyeru tuhan lain selain Allah. Tiada tuhan selain Dia. Segala sesuatu akan binasa kecuali Dia. Kepunyaan Dia-lah segala keputusan hukum dan kepada Dia-lah kamu sekalian akan dikembalikan (Al-Qashash [28]:89). (Brahin-i-Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, jld. 1, hlm. 521, London, 1984).
(Brahin-i-Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, jld. 1, hlm. 519-521, London, 1984).

Keburukan Melakukan Syirik (Kemusyrikan) & Nasihat Nabi Luqman a.s.

      Jadi, orang-orang yang melakukan kemusyrikan  (perbuatan syirik) sebenarnya mereka sedang melakukan pengkhianatan kepada Allah Swt., Rabb (Tuhan Pencipta dan Pemelihara) seluruh alam semesta  dan melakukan kezaliman terhadap diri mereka sendiri, sebagaimana nasihat Nabi Luqman a.s.  berikut ini, firman-Nya:
وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا لُقۡمٰنَ الۡحِکۡمَۃَ اَنِ اشۡکُرۡ لِلّٰہِ ؕ وَ مَنۡ یَّشۡکُرۡ فَاِنَّمَا یَشۡکُرُ لِنَفۡسِہٖ ۚ وَ مَنۡ کَفَرَ فَاِنَّ اللّٰہَ غَنِیٌّ حَمِیۡدٌ ﴿﴾  وَ اِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِابۡنِہٖ وَ ہُوَ یَعِظُہٗ یٰبُنَیَّ لَا تُشۡرِکۡ بِاللّٰہِ ؕؔ اِنَّ الشِّرۡکَ لَظُلۡمٌ  عَظِیۡمٌ ﴿﴾
Dan  sungguh  Kami benar-benar telah menganugerahkan kebijaksanaan kepada Luqman,  اَنِ اشۡکُرۡ لِلّٰہِ ؕ وَ مَنۡ یَّشۡکُرۡ فَاِنَّمَا یَشۡکُرُ لِنَفۡسِہٖ  -- ia berkata: “Bersyukurlah kepada Allah, dan barangsiapa bersyukur  maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya, وَ مَنۡ کَفَرَ فَاِنَّ اللّٰہَ غَنِیٌّ حَمِیۡدٌ  -- dan barangsiapa tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah itu Maha Kaya, Maha Terpuji.”    Dan ingatlah  ketika  Luq-man berkata  kepada anaknya dan ia memberi nasihat kepadanya: ٰبُنَیَّ لَا تُشۡرِکۡ بِاللّٰہِ ؕؔ اِنَّ الشِّرۡکَ لَظُلۡمٌ  عَظِیۡمٌ  -- “Wahai anakku, janganlah engkau  mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya syirik itu benar-benar  kezaliman besar.” (Luqman [31]:13-14).
        Luqman agaknya seorang bukan-Arab dan sangat mungkin seorang bangsa Ethiopia. Konon dikatakan juga bahwa beliau berasal dari Mesir atau Nubia. Oleh beberapa sumber beliau telah dikenal sebagai orang Yunani bernama “Aesop.” Dilihat dari ajaran-ajaran moralnya yang indah, sebagai yang  diberikan beliau kepada putranya yang terkandung dalam ayat ini dan beberapa ayat selanjutnya, nampak Luqman itu seorang nabi Allah.
        Asas yang pertama dan pokok semua ajaran agama ialah, keyakinan bahwa Tuhan itu Tunggal (Maha Esa). Semua cita-cita dan asas mulia bersemi dari paham Tauhid Ilahi tersebut (QS.112:1-5;QS.7:173-174; QS.30:31-33). Dengan menyembah sesuatu benda atau wujud lain di samping (selain) Allah Swt. maka manusia menurunkan derajatnya sendiri serta merintangi, memadamkan, dan meniadakan nilai kepribadiannya,  sebagaimana firman-Nya:
حُنَفَآءَ لِلّٰہِ غَیۡرَ  مُشۡرِکِیۡنَ بِہٖ ؕ وَ مَنۡ یُّشۡرِکۡ بِاللّٰہِ فَکَاَنَّمَا خَرَّ  مِنَ السَّمَآءِ فَتَخۡطَفُہُ الطَّیۡرُ  اَوۡ تَہۡوِیۡ بِہِ الرِّیۡحُ فِیۡ مَکَانٍ  سَحِیۡقٍ ﴿﴾   
Beribadah dengan lurus kepada Allah tanpa mempersekutukan sesuatu dengan-Nyaوَ مَنۡ یُّشۡرِکۡ بِاللّٰہِ فَکَاَنَّمَا خَرَّ  مِنَ السَّمَآءِ فَتَخۡطَفُہُ الطَّیۡرُ    -- Dan barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah  maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu ia disambar burung-burung,  اَوۡ تَہۡوِیۡ بِہِ الرِّیۡحُ فِیۡ مَکَانٍ  سَحِیۡقٍ  -- atau angin menerbangkannya ke tempat yang jauh.    (Al-Hajj [22]:32-33).
        Manusia adalah makhluk  (ciptaan) Allah Swt.  yang paling mulia. Seluruh alam raya -- matahari, bulan, bintang-bintang, bumi, samudera-samudera, gunung-gunung, dan sebagainya -- telah diciptakan untuk berbakti kepadanya. Ia dapat menjulang begitu tinggi dalam akhlak dan keruhanian, sehingga mencerminkan dalam dirinya Sifat-sifat Ilahi, sehingga manusia di sebut khalifah (wakil) Allah di muka bumi, karena  diri manusia merupakan micro cosmos (miniatur alam semesta -- QS.91:1-11).

Menjatuhkan  Diri Sendiri   ke Derajat Paling Rendah

        Jadi, jika ia (manusia) menghinakan dirinya begitu rendah sehingga menyembah benda-benda yang tidak bernyawa   -- yang bahkan yang dibuatnya sendiri  --  ia seolah-olah jatuh dari puncak kemuliaan ruhani kepada kemunduran yang paling dalam pada akhlak dan kecerdasan otaknya, yakni ia secara sadar menjatuhkan dirinya   dari ketinggian kemuliaan martabat  sebagai  makhluk paling mulia sebagai “khalifah Allah di muka bumi” menjadi makhluk yang paling rendah daripada segala yang rendah  - asfala sāfiliīn, sebagaimana firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ ﴿﴾ وَ التِّیۡنِ وَ الزَّیۡتُوۡنِ ۙ﴿﴾  وَ طُوۡرِ سِیۡنِیۡنَ ۙ﴿﴾  وَ ہٰذَا  الۡبَلَدِ الۡاَمِیۡنِ ۙ﴿﴾  لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ  اَحۡسَنِ تَقۡوِیۡمٍ  ۫﴿﴾   ثُمَّ  رَدَدۡنٰہُ  اَسۡفَلَ سٰفِلِیۡنَ ۙ﴿﴾  اِلَّا  الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَہُمۡ  اَجۡرٌ غَیۡرُ  مَمۡنُوۡنٍ ؕ﴿﴾  فَمَا یُکَذِّبُکَ بَعۡدُ بِالدِّیۡنِ ؕ﴿﴾  اَلَیۡسَ اللّٰہُ  بِاَحۡکَمِ الۡحٰکِمِیۡنَ ٪﴿﴾
Aku baca  dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha PenyayangDemi pohon tin dan zaitun,  dan  Gunung Sinai,  dan  kota yang aman ini,  لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ  اَحۡسَنِ تَقۡوِیۡمٍ    --  sungguh  Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik  bentukثُمَّ  رَدَدۡنٰہُ  اَسۡفَلَ سٰفِلِیۡنَ -- kemudian Kami mengembalikannya kepada tingkat paling rendah, اِلَّا  الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَہُمۡ  اَجۡرٌ غَیۡرُ  مَمۡنُوۡنٍ  --      kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka bagi mereka ganjaran yang tidak ada putus-putusnya. فَمَا یُکَذِّبُکَ بَعۡدُ بِالدِّیۡنِ --    Maka apakah yang menyebabkan engkau mendustakan hari pembalasan sesudah itu? اَلَیۡسَ اللّٰہُ  بِاَحۡکَمِ الۡحٰکِمِیۡنَ --  Bukankah Allah itu Hakim Yang Maha Adil di antara para hakim? (At-Tīn [95]:1-8).
  Makna ayat  لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ  اَحۡسَنِ تَقۡوِیۡمٍ    --  “sungguh  Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik  bentuk”,    bahwa manusia dilahirkan dengan fitrat suci dan tidak bernoda, dengan kecondongan alami untuk berbuat baik, tetapi ia telah diberi pula cukup banyak kebebasan berkemauan dan berbuat untuk membentuk dirinya menurut pilihannya sendiri. Ia telah dianugerahi kemampuan-kemampuan alami besar dan kecakapan-kecakapan kreatif guna mencapai kemajuan akhlak yang tidak terhingga dan menaiki puncak keruhanian demikian tingginya, sehingga ia menjadi cermin yang memantulkan Sifat-sifat Allah.
   ثُمَّ  رَدَدۡنٰہُ  اَسۡفَلَ سٰفِلِیۡنَ“kemudian Kami mengembalikannya kepada tingkat paling rendah, tetapi jika ia menyalahgunakan kemampuan-kemampuan dan sifat-sifatnya yang dianugerahkan Allah Swt. yang bertentangan tujuan utama penciptaannya   -- yakni untuk beribadah kepada Allah Swt. (QS.51:57)   --   ia jatuh ke martabat rendah yang rendah yang bahkan lebih rendah daripada martabat binatang buas dan binatang jalang, dan menjadi penjelmaan syaitan seperti dijelaskan oleh ayat-ayat berikutnya. Singkatnya, ia telah dianugerahi kemampuan-kemampuan besar guna berbuat baik atau pun jahat.
   Bila manusia telah diciptakan untuk mencapai tujuan ruhani yang amat tinggi itu dan Allah  Swt.  telah mengutus nabi-nabi-Nya, seperti Nabi Adam a.s.,   Nabi Nuh a.s., Nabi Musa a.s., dan Nabi Besar Muhammad saw., untuk menolong manusia mencapai tujuannya yang agung itu, dan jika ia tidak mempergunakan kemampuan-kemampuannya dengan cara tepat dan menolak Amanat Ilahi serta menentang para utusan Allah dia dihukum.
   Dari Sunnatullah tersebut  kemudian siapakah dapat menolak  --  berdasarkan akal sehat  --  bahwa ada Hari Pembalasan di dunia ini dan juga di akhirat dan bahwa perintah-perintah Allah Swt.  --  Yang adalah Hakim terbaik  -- tidak dapat dilawan dan bahwa perbuatan-perbuatan manusia tidak akan dibiar-kan bebas tanpa berbalas?
  Pendek kata, perbuatan syirik (kemusyrikan)  terhadap Allah Swt.   bagaikan perbuatan khianat seorang istri terhadap suaminya yang sangat baik dan sangat bertangungjawab dalam segala halnya sebagai kepala keluarga, yakni  ia melakukan perselingkuhan dengan laki-laki lain. 
  Inilah  pula sebabnya Allah Swt. dalam Al-Quran telah menjadikan istri-istri durhaka   Nabi Nuh a.s. dan Nabi Luth a.s. sebagai misal (perumpamaan) orang-orang kafir yang mendustakan dan menentang  Rasul Allah yang dibangkitkan di antara mereka, yang secara ruhani berkedudukan sebagai  “suami” bagi mereka, firman-Nya:
ضَرَبَ اللّٰہُ  مَثَلًا  لِّلَّذِیۡنَ  کَفَرُوا امۡرَاَتَ  نُوۡحٍ وَّ امۡرَاَتَ  لُوۡطٍ ؕ کَانَتَا تَحۡتَ عَبۡدَیۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَالِحَیۡنِ فَخَانَتٰہُمَا فَلَمۡ یُغۡنِیَا عَنۡہُمَا مِنَ اللّٰہِ شَیۡئًا وَّ قِیۡلَ ادۡخُلَا  النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِیۡنَ ﴿﴾
Allah mengemukakan istri Nuh  dan istri Luth sebagai misal bagi orang-orang kafir. Keduanya di bawah dua hamba dari hamba-hamba Kami yang saleh, tetapi keduanya berbuat khianat kepada kedua suami mereka, maka mereka berdua sedikit pun tidak dapat membela kedua istri mereka itu di hadapan Allah, dan dikatakan kepada mereka: ادۡخُلَا  النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِیۡنَ --  Masuklah kamu berdua ke dalam Api beserta orang-orang yang masuk.” (At-Tahrīm [66]:11).

Nubuatan Nabi Yehezkiel a.s. Dalam Bible  Dalam Bentuk Perumpamaan (Kiasan)

         Dengan tujuan (maksud) yang sama  pula Bible pun telah mengemukakan ucapan Nabi Yehezkiel a.s.  atau Nabi Dzulkifli a.s.  dalam bentuk perumpamaan (kiasan/misal)  mengenai berulang-kalinya orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil  melakukan pengkhianatan terhadap Allah Swt., yakni melakukan perbuatan syirik (kemusyrikan), sehingga mengakibatkan  Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus a.s.) mengutuk mereka (QS.5:79-81, dan Bani Israil 2 kali mendapat azab Ilahi yang sangat  dahsyat (QS.17:5-11).
          Azab Ilahi  pertama berupa penyerbuan  dan penghancuran kota Yerusalem oleh serbuan dahsyat balatentara Raja Nebukadnezar dari Babilonia   -- bahkan Nabi Yehezkiel a.s. termasuk  rombongan orang-orang yang dibawa sebagai tawanan ke Babilonia  serta menyaksikan kota Yerusalem yang hancur-luluh (QS.2:260);  dan azab Ilahi  yang kedua  ketika  kota Yerusalem kembali dihancur-luluhkan oleh serbuan dahsyat balatentara kerajaan Romawi pimpinan Titus, sesuai dengan  ucapan Yesus (Matius 23:37-39  & 24:1-22).
      Berikut ini peringatan Nabi Yehezkiel a.s. terhadap Bani Israil yang  telah berulang kali melakukan “ketidak-setiaan” (pengkhianatan) terhadap Allah Swt., yang telah menyelamatkan  mereka  melalui Nabi Musa a.s. dan Nabi  Harun a.s. dari “kehinaan dan kenistaan” yang mereka alami selama 400 tahun di Mesir di bawah penindasan  dinasti Fir’aun setelah Nabi Yusuf a.s. wafat (QS.28:1-7):
16:1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:  16:2 "Hai anak manusia, beritahukanlah kepada Yerusalem perbuatan-perbuatannya yang keji  16:3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah  Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti. 16:4 Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.  16:5 Tidak seorangpun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu. 16:6. Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup 16:7 dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil. 16:8 Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya. 16:9 Aku membasuh engkau dengan air untuk membersihkan darahmu dari padamu dan Aku mengurapi engkau dengan minyak. 16:10 Aku mengenakan pakaian berwarna-warna kepadamu dan memberikan engkau sandal-sandal dari kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus dan selendang dari sutera. 16:11 Dan Aku menghiasi engkau dengan perhiasan-perhiasan dan mengenakan gelang pada tanganmu dan kalung pada lehermu. 16:12 Dan Aku mengenakan anting-anting pada hidungmu dan anting-anting pada telingamu dan mahkota kemuliaan di atas kepalamu. 16:13 Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu. 16:14 Dan namamu termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu, sebab sangat sempurna adanya, oleh karena semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH." 16:15. "Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu dan engkau seumpama bersundal dalam menganggarkan ketermasyhuranmu dan engkau menghamburkan persundalanmu kepada setiap orang yang lewat. 16:16 Engkau mengambil dari pakaian-pakaianmu untuk membuat bukit-bukit pengorbananmu berwarna-warni dan engkau bersundal di situ; seperti itu belum pernah terjadi dan tidak akan ada lagi. 16:17 Engkau mengambil juga perhiasan-perhiasanmu yang dibuat dari emas-Ku dan perak-Ku, yang Kuberikan kepadamu, dan engkau membuat bagimu patung-patung lelaki dan engkau bersundal dengan mereka. 16:18 Engkau mengambil dari pakaianmu yang berwarna-warni untuk menutupi mereka dan engkau mempersembahkan kepada mereka minyak-Ku dan ukupan-Ku. 16:19 Juga makanan-Ku yang Kuberikan kepadamu--tepung yang terbaik, minyak dan madu Kuberikan makananmu--engkau persembahkan kepada mereka menjadi persembahan yang harum, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
16:20 Bahkan, engkau mengambil anak-anakmu lelaki dan perempuan yang engkau lahirkan bagi-Ku dan mempersembahkannya kepada mereka menjadi makanan mereka. Apakah persundalanmu ini masih perkara enteng 16:21 bahwa engkau menyembelih anak-anak-Ku dan menyerahkannya kepada mereka dengan mempersembahkannya sebagai korban dalam api? 16:22 Dalam segala perbuatan-perbuatanmu yang keji dan persundalanmu itu engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, waktu engkau telanjang bugil sambil menendang-nendang dengan kakimu dalam lumuran darahmu. 16:23 Dan sesudah segala kejahatanmu itu--celaka, celakalah engkau! Demikianlah firman Tuhan ALLAH-- 16:24 engkau membangun bagimu tempat yang tinggi dan membuat bagimu bukit pengorbanan di tiap-tiap tanah lapang. 16:25 Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah. 16:26 Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku. 16:27 Lihat, Aku telah melawan engkau dan telah mengurangi bagianmu dan menyerahkan engkau kepada kesewenang-wenangan orang-orang yang membenci engkau, yaitu perempuan-perempuan Filistin, yang merasa malu melihat tingkah lakumu yang mesum itu. 16:28 Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas. 16:29 Engkau memperbanyak lagi persundalanmu dengan negeri perdagangan Kasdim, tetapi dengan itu juga engkau belum merasa puas. 16:30 Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, engkau yang melakukan segala-galanya ini, yaitu perbuatan seorang perempuan sundal jahanam, 16:31 yang membangun tempatmu yang tinggi pada setiap persimpangan jalan dan membuat bukit pengorbananmu di tiap-tiap tanah lapang. Tetapi engkau tidak seperti sundal biasa, oleh karena engkau menolak upah sundal. 16:32 Hai isteri yang berzinah, yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri. 16:33 Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal. 16:34 Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau hendak bersundal; tetapi engkau yang memberi upah persundalan, sedang engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu. 16:35. Oleh karena itu, hai perempuan sundal, dengarkanlah firman TUHAN! 16:36 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau menghamburkan kemesumanmu dan auratmu disingkapkan dalam persundalanmu dengan orang yang mencintaimu dan dengan berhala-berhalamu yang keji dan oleh karena darah anak-anakmu yang engkau persembahkan kepada mereka, 16:37 sungguh, oleh karena itu Aku akan mengumpulkan semua kekasihmu, yaitu yang merayu hatimu, baik yang engkau cintai maupun yang engkau benci; Aku akan mengumpulkan mereka dari sekitarmu untuk melawan engkau dan Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu. 16:38 Aku akan menghakimi engkau seperti orang menghakimi perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah dan Aku akan melampiaskan atasmu murka dan cemburuan-Ku. 16:39 Aku akan menyerahkan engkau di dalam tangan mereka dan mereka akan meruntuhkan tempatmu yang tinggi dan merusakkan bukit-bukitmu, mereka akan menelanjangi engkau, akan merampas perhiasan-perhiasanmu dan membiarkan engkau telanjang bugil. 16:40 Mereka akan menyuruh bangkit sekumpulan orang melawan engkau, yang melempari engkau dengan batu dan memancung engkau dengan pedang-pedang mereka. 16:41 Mereka akan membakar rumah-rumahmu dan menjatuhkan hukuman kepadamu di hadapan banyak perempuan. Dengan demikian Aku membuat engkau berhenti bersundal dan upah sundal tidak akan kauberikan lagi.
16:42 Demikianlah Aku melampiaskan murka-Ku kepadamu sehingga cemburu-Ku kepadamu reda kembali; barulah Aku merasa tenang dan tidak sakit hati lagi.
16:43 Oleh karena engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, tetapi dengan semuanya ini membuat Aku gemetar kemarahan, sungguh, Aku juga akan menimpakan kelakuanmu atas kepalamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah engkau melakukan kemesuman ini lagi di samping segala perbuatan-perbuatanmu yang keji? (Yehezkiel 16;1-43).

Peringatan dan Nubuatan Bagi Umat Islam

      Jadi, ucapan Nabi Yehezkiel a.s.  – yang berdasarkan firman Allah Swt.   --tersebut bukan sekedar peringatan dan celaan keras, tetapi juga merupakan nubuatan  yang pasti terjadi, sebagaimana dikemukakan Allah Swt. dalam Al-Quran, sekali gus sebagai peringatan dan nubuatan pula bagi umat Islam, firman-Nya:
وَ قَضَیۡنَاۤ  اِلٰی بَنِیۡۤ  اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ  وَ لَتَعۡلُنَّ  عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ  عِبَادًا  لَّنَاۤ   اُولِیۡ  بَاۡسٍ  شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا  مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾ ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ  اَکۡثَرَ  نَفِیۡرًا ﴿﴾ اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ ۟ وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا ؕ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ  لِیَسُوۡٓءٗا  وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ  اَوَّلَ مَرَّۃٍ  وَّ  لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا ﴿﴾ عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ  حَصِیۡرًا ﴿﴾
Dan   telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya  kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.” فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ  عِبَادًا  لَّنَاۤ   اُولِیۡ  بَاۡسٍ  شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ  --   Apabila datang saat sempurnanya janji yang pertama  dari kedua janji itu,  Kami membangkitkan untuk menghadapimu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan tempur yang dahsyat, فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ --  dan mereka menerobos jauh ke dalam rumah-rumah,  وَ کَانَ وَعۡدًا  مَّفۡعُوۡلًا -- dan itu merupakan suatu janji yang pasti terlaksana. ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ  اَکۡثَرَ  نَفِیۡرًا  --    Kemudian Kami mengembalikan lagi kepadamu kekuatan untuk melawan mereka, dan Kami membantu kamu dengan harta dan anak-anak, dan  Kami menjadikan kelompok kamu lebih besar  dari keadaan kamu sebelumnya. اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ   --    Jika kamu berbuat ihsan, kamu berbuat ihsan  bagi diri kamu sendiri, وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا -- dan jika kamu berbuat buruk  maka itu untuk diri kamu sendiri.  فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ  لِیَسُوۡٓءٗا  وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ  اَوَّلَ مَرَّۃٍ  وَّ  لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا -- Lalu bila datang saat sempurnanya janji yang kedua itu Kami membangkitkan lagi hamba-hamba Kami yang lain supaya mereka mendatangkan kesusahan kepada pemimpin-pemimpin kamu  dan supaya mereka memasuki masjid seperti pernah mereka memasukinya pada kali pertama, dan supaya mereka menghancurluluhkan segala yang telah mereka kuasai. عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ    --   Boleh jadi kini Rabb (Tuhan)  kamu akan menaruh kasihan kepada kamu, وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا  -- tetapi jika kamu kembali kepada perbuatan buruk, Kami pun akan kembali menimpakan hukuman dan ingatlah, وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ  حَصِیۡرًا  -- Kami telah jadikan Jahannam, penjara bagi orang-orang kafir.  (Bani Israil [17]:5-9).

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***

Pajajaran Anyar, 19  September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar